
pimatahari menatap hari dengan sendu
memudar sinarnya penuh kelabu
sampai awan berarak lesu
seakan ikut merasa pilu
rembulan yang di nanti tak kunjung tiba
menambahkan setumpuk kata rindu
kapan biduk kan berlabuh
mengarungi lautan rindu yang tak bertepi
sementara kelip bintang mulai jarang
seakan mereka telah membuat kantuk
hingga anganpun melayang
tak peduli akan satelit yang terpuruk
yang ada di angan mereka
hanya rindu dan kangen
hingga tak ada pilihan lagi
tuk berjumpa sang pujaan hati
biarlah mentari bertemu bulan
bila bintang yang menjadi jembatan
tak mampu lagi raih sang bulan
yang telah berpaling dari kenyataan ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Tidak ada komentar:
Posting Komentar